2577

Pengarang

Detail

2011

Penerbit

Detail

286351

Unique Visitors

DETAIL KATALOG

Judul
ARTIKEL : PENERAPAN PIDANA ATAS PELAKU TINDAK PIDANA PERKOSAAN TERHADAP ANAK (Studi Kasus di Pengadilan Negeri kls IA Padang)
Edisi
Genap 2012
No. Panggil
ISBN/ISSN
Pengarang
0
Klasifikasi
Hukum
Judul Seri
GMD
Text
Bahasa
Indonesia
Penerbit
Tahun Terbit
2012
Tempat Terbit
) AS `publisher_name`,ifnull(`l`.`place_name`,_utf8
Deskripsi Fisik
Abstrak
Bagian yang tidak terpisahkan dari hukum pidana adalah masalah pidana dan pemidanaan. Sifat pidana merupakan suatu penderitaan. Pidana yang dijatuhkan bagi mereka yang dianggap bersalah merupakan sifat derita yang harus dijalani, meskipun demikian sanksi pidana bukan semata-mata bertujuan untuk memberikan efek derita. Pelaksanaan pidana penjara dilembaga pemasyarakatan didasarkan atas prinsip-prinsip sistem pemasyarakatan dengan tujuan agar menjadi warga yang baik dan berguna. Dengan latar belakang di atas, maka permasalahan yang diteliti yaitu Bagaimana penerapan pidana atas pelaku tindak pidana perkosaan terhadap anak diPengadilan Negeri kelas I A Padang, Apa pertimbangan Hakim dalam penerapan pidana atas pelaku tindak pidana perkosaan terhadap anak diPengadilan Negeri Kelas I A Padang. Untuk menjawab permasalahan tersebut dilakukan penelitian hukum yuridis empiris dengan mempergunakan bahan hukum primer, sekunder dan tertier. Teknik yang dipergunakan dalam pengumpulan data berupa studi dokumen dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim dalam menjatuhkan pidana didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang bersifat yuridis dan non yuridis dan juga hal-hal yang memberatkan dan meringankan pidana. Pertimbangan yang bersifat yuridis adalah pertimbangan hakim yang didasarkan pada faktor-faktor yang terungkap didalam persidangan dan oleh undang-undang telah ditetapkan sebagai hal yang harus dimuat didalam putusan. Diantaranya, Dakwaan jaksa penuntut umum, Keterangan saksi, Keterangan terdakwa, Barang-barang bukti, dan Pasal-pasal dalam Undang-undang no. 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Pertimbangan yang bersifat nonyuridis adalah Akibat perbuatan terdakwa dan Kondisi diri terdakwa. Dari hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa putusan hakim belum memberikan efek jera atas pelaku tindak pidana perkosaan terhadap anak. Hal ini mengakibatkan pelaku tindak pidana perkosaan mengulangi lagi perbuatannya sehingga tujuan pemidanaan yang menimbulkan penjeraan tidak tercapai. Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, Penerapan pidana atas pelaku tindak pidana perkosaan terhadap anak diPengadilan Negeri kls I A Padang sepertinya Hakim dalam memberikan pidana penjara menyertai denda kepada terpidana kasus pemerkosaan tersebut lebih ringan dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum dan disarankan Hendaknya aparat hukum menggunakan secara optimal Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam memutuskan kasus pemerkosaan terhadap anak, sehingga ancaman-ancaman dalam undang-undang tersebut betul-betul diterapkan.
Detil Spesifik
Ketersediaan
Gambar Sampul
Photo