2577

Pengarang

Detail

2011

Penerbit

Detail

286483

Unique Visitors

DETAIL KATALOG

Judul
ARTIKEL ILMIAH : PERANAN SEARCH AND RESCUE (SAR) DALAM PENANGANAN BENCANA ALAM GEMPA BUMI 30 SEPTEMBER 2009 DI KOTA PADANG
Edisi
Genap 2012
No. Panggil
ISBN/ISSN
Pengarang
0
Klasifikasi
Hukum
Judul Seri
GMD
Text
Bahasa
Indonesia
Penerbit
Tahun Terbit
2012
Tempat Terbit
) AS `publisher_name`,ifnull(`l`.`place_name`,_utf8
Deskripsi Fisik
Abstrak
Berdasarkan PP No. 17 Tahun 1980, luas Kota Padang adalah 694,96 km2 atau setara dengan 1,65 persen dari luas Propinsi Sumatera Barat dengan ketinggian yang sangat bervariasi. Hal ini menyebabkan Kota Padang sering mengalami bencana alam, diantaranya seperti yang disebutkan dalam UU No 24 Tahun 2007 yaitu gelombang pasang, angin topan, banjir, longsor, letusan gunung api, tsunami, gempa bumi dan lain sebagainya. Disebabkan banyaknya bencana alam yang terjadi mengharuskan Indonesia mempunyai lembaga yang melakukan upaya SAR. Perpres RI No 99 Th 2007 menjelaskan kedudukan,tugas dan fungsi Badan SAR Nasional guna memberikan pertolongan ketika terjadi bencana. Kantor Search And Rescue yang selanjutnya disebut Kantor SAR adalah Unit Pelaksana Teknis ( UPT ) dibidang pencarian dan pertolongan (Search And Rescue) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan SAR Nasional. Kantor SAR mempunyai tugas melaksanakan siaga SAR, pelatihan SAR, pembinaan potensi SAR, tindak awal dan operasi SAR, serta pengerahan dan pengendalian potensi SAR dalam rangka operasi SAR yang meliputi usaha dan kegiatan mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah pelayaran, penerbangan, atau bencana dan musibah lainnya. Peranan SAR dalam rangka penanganan bencana alam gempa bumi 30 September 2009 di Kota Padang, terlihat ketika proses evakuasi korban dari reruntuhan bangunan baik dalam keadaan hidup atau meninggal dunia. Banyaknya masyarakat dan material bangunan yang menimpa korban membuat proses evakuasi menjadi lambat. Penambahan jumlah peralatan yang dimiliki dapat menjadi salah satu upaya untuk mengatasi kesulitan dalam evakuasi korban reruntuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan secara yuridis sosiologis. Data diperoleh melalui penelitian di lapangan, yang dilakukan baik melalui pengamatan (observasi) ataupun wawancara. Selain itu ditambah dengan data yang diperoleh dari buku-buku serta hasil pelaporan yang terdapat pada Kantor SAR Padang. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peranan yang sangat penting dari Kantor SAR Padang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai masing-masing kelompok tugas, baik operasional maupun administrasi. Kendala yang terdapat dalam melaksanakan tugasnya tidak hanya disebabkan oleh faktor internal dari Kantor SAR Padang, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti wilayah cakupan kerja yang luas. Tentunya dalam mengatasi kendala yang ada memerlukan perhatian yang khusus dari pemerintah, mengingat sangat berharganya nyawa seseorang.
Detil Spesifik
Ketersediaan
Gambar Sampul
Photo