2577

Pengarang

Detail

2011

Penerbit

Detail

286159

Unique Visitors

DETAIL KATALOG

Judul
ARTIKEL ILMIAH : PERLINDUNGAN HUKUM BAGI TERSANGKA TINDAK PIDANA PENCURIAN DALAM PENYIDIKAN DI WILAYAH HUKUM POLRESTA PADANG
Edisi
Genap 2012
No. Panggil
ISBN/ISSN
Pengarang
0
Klasifikasi
Hukum
Judul Seri
GMD
Text
Bahasa
Indonesia
Penerbit
Tahun Terbit
2012
Tempat Terbit
) AS `publisher_name`,ifnull(`l`.`place_name`,_utf8
Deskripsi Fisik
Abstrak
Penyidik wajib memberikan perlindungan hukum kepada tersangka dengan memenuhi hak-haknya seperti yang tercantum dalam UU No. 8 tahun 1981 diantaranya mendapatkan bantuan hukum/pengacara, dan hak untuk mendapatkan pengobatan bila sakit. Namun dalam prakteknya terkadang tersangka tidak mendapatkan hak-hak tersebut seutuhnya. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris. Pendekatan yuridis empiris melihat aspek hukum yang berkaitan dengan perlindungan hukum bagi tersangka tindak pidana pencurian dalam penyidikan di wilayah hukum Polresta Padang. Data primer dikumpulkan melalui interview dengan 3 orang tersangka tindak pidana, 3 polisi penyidik dan 1 orang penasehat hukum. Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari buku, literatur dan undang-undang. Analisa data dilakukan secara kualitatif melalui proses editing, dan coding. Temuan penelitian didapatkan belum semua tersangka mendapatkan haknya terutama hak didampingi oleh penasehat hukum dan hak mendapatkan kesehatan dikarenakan ketidak tahuan tersangka tentang fungsi penasehat hukum dan keluarga yang tidak melakukan pengurusan dikarenakan mebiarkan tersangka yang dianggap telah melakukan tindakan pencurian yang memalukan keluarga. Terhadap penawaran penasehat hukum, pihak penyidik Polresta Padang selalu menawarkan kepada tersangka apakah ia ingin didampingi oleh penasehat hukum atau tidak. Dan terhadap pemberian hak mendapatkan pelayanan medis bila sakit Polresta Padang juga telah memberikan hak-hak tersebut kepada tersangka. Hambatan-hambatan yang ditemukan dalam pemberian perlindungan hukum kepada tersangka adalah masih rendahnya pengetahuan hukum baik dari tersangka maupun penyidik dalam menjelaskan fungsi penasehat hukum dan proses mendapatkan hak kesehatan. Selain itu tuntutan lapangan yang terkadang mengharuskan polisi memerintahkan buser mengembangkan perkara untuk mengetahui kasus lebih lanjut dengan trik yang terkadang memerlukan kekerasan verbal. Usaha yang dilakukan pihak kepolisian dalam mengatasi kekerasan dalam penyidikan adalah dengan memberikan pendidikan psikologis kepada penyidik serta, bekerja sama dengan LBH untuk memberikan hak pengacara kepada tersangka yang tidak mampu dan menerapkan tindkan persuasif dalam setiap melaksanakan penyidikan.
Detil Spesifik
Ketersediaan
Gambar Sampul
Photo