2577

Pengarang

Detail

2011

Penerbit

Detail

35070

Unique Visitors

DETAIL KATALOG

Judul
PELAKSANAAN KLAIM ASURANSI KERUGIAN GEMPA BUMI TAHUN 2009 DI PT. ASURANSI BANGUN ASKRIDA CABANG PADANG oleh Apilman
Edisi
Genap 2013
No. Panggil
ISBN/ISSN
Pengarang
0
Klasifikasi
Judul Seri
GMD
Text
Bahasa
Indonesia
Penerbit
Tahun Terbit
0
Tempat Terbit
) AS `publisher_name`,ifnull(`l`.`place_name`,_utf8
Deskripsi Fisik
Abstrak
ABSTRAK Peristiwa gempa bumi, tidak semua orang yang bisa menjamin keselamatan terhadap peristiwa gempa bumi tersebut. Banyak orang yang mengalami kerugian setelah mengalami musibah gempa bumi. Pada akhirnya setiap orang berkeinginan untuk memperoleh keamanan dan kenyamanan, salah satu mekanisme pengalihan dari resiko-resiko kerugian tersebut adalah asuransi. Kepuasan utama yang diperoleh konsumen dengan membeli asuransi adalah financial security karena memindahkan resiko kepada perusahaan asuransi. Perumusan masalahan adalah : Bagaimanakah Pelaksanaan Klaim Asuransi kerugian Gempa Bumi pada PT. Asuransi Bangun ASKRIDA Cabang padang, Kendala apa saja yang dihadapi dalam pembayaran ganti rugi akibat gempa bumi pada PT. Asuransi Bangun ASKRIDA Cabang Padang, dan Bagaimanakah penyelesaian yang dilakukan dalam menghadapi kendala pembayaran ganti rugi pada PT. Asuransi Bangun ASKRIDA Cabang Padang. Pendekatan masalah adalah yuridis sosiologis. Teknik pengumpulan data adalah studi dokumen dan wawancara, selanjutnya data diolah dengan menggunakan analisa kualitatif. Hasil kesimpulan yang didapatkan adalah : Pihak asuransi memberikan ganti rugi hanya terhadap barang-barang yang rusak dan hancur sehingga pihak tertanggung harus menjaga dan menyimpan sisa barang yang tinggal akibat gempa yang terjadi. Pihak asuransi menetapkan pembayaran ganti rugi berdasarkan dari beberapa kriteria yaitu; Gempa sebagai akibat dari bencana alam, sepanjang tidak dikecualikan dalam polis. Gempa yang diakibatkan oleh terjadinya guncangan yang diakibatkan oleh pergeseran lempeng bumi dan menjalarnya getaran yang mengakibatkan goncangan kuat yang timbul sendiri. Pihak tertanggung wajib melaporkan kerusakan bangunan yang terjadi akibat gempa paling lambat 2 (dua) bulan untuk mengajukan klaim. Pada dasarnya kendala pembayaran ganti rugi terhadap pemegang polis lebih dititik beratkan pada konsumen selaku tertanggung, banyak praktik di lapangan yang menyebutkan bahwa pihak polis asuransi tidak menjelaskan secara detail mengenai kerusakan yang meliputi bagian apa saja yang akan di ganti.
Detil Spesifik
Ketersediaan
Gambar Sampul
Photo